e-Learning: Kuliah Semakin Asyik

11

Apr

e-Learning: Kuliah Semakin Asyik

e-Learning: Kuliah Semakin Asyik

Pontianak, Wedunews. e-Learning Kuliah Semakin Asyik. Tagline ini menggambarkan suasana latihan daring (online exercise) e-learning Diploma III di laboratorium komputer FISIP Untan pada Sabtu (11/6). Kegiatan ini berlangsung maraton sejak pukul 08.00-16.00, terbagi dalam tiga sesi untuk tiga tim masing-masing 20 pembelajar.  Materi mencakup teknik pengembangan koleksi digital, drag dan drop file dari Desktop ke Moodle System, Created wordpres, categories, menu, widget, posting, dan share link web assignment di sistem Moodle.

Seluruh pembelajar tampak asyik dan fokus pada kegiatan ini. Instruktur memandu dalam simulasi dan bimbingan teknis. Intrukstur, Deni Darmawan mengatakan bahwa aktivitas ini dimulai dari registrasi pada elfista sistem e-learning, dilanjutkan dengan browsing ke situs web official pemerintah pusat untuk dikoleksi datanya. Koleksi data berupa kumpulan regulasi pusat dan daerah, dimana aktivitas yang terekam record activity pada Moodle system e-learning Untan mencapai 385 kegiatan. Berikutnya adalah latihan membangun website menggunakan wordpress standar Pengelolaan dashboard worpress, dilakukan masing-masing pembelajar dengan panduan dan bimtek langsung dari instruktur yang menuntun langkah-langkah posting categories, create menu, create widget, publish dan share link ke dalam assignment Moodle.

Menurut instruktur yang juga akademisi dan praktisi e-Learning Untan ini materi latihan tergolong sederhana namun sering digunakan dalam aktivitas kerja rutin yang bersifat daring dan multitasking. Terlebih lagi pada pembuatan wordpress dan pengelolaannya, dimana-mana kantor modern telah mengembangkan official website dan mengelolanya. Jika mereka dibekali keterampilan dan pengetahuan dari sekarang, lantas kemudian mereka asah hingga mahir maka peluang dan tantangan kerja dimasa depan lebih siap mereka respon.

e-Learning Kuliah Semakin Asyik, Adalah instrumen, tools, atau alat kita untuk menguasai IPTEK secara substantif, mudah dan cepat, bukan sekedar formalis edukasi belaka seperti kepentingan memperoleh semacam ijazah. Karenanya, elearning lebih berkembang pesat di negara-negara maju yang mindset nya lebih kepada penguasaan iPTEK dengan akses tak terbatas kepada sumber-sumber belajar atau ilmu pengetahuan terbaik dunia. Sedangkan di dalam negeri, e-learning relatif berkembang lambat karena orientasi dan tujuan yang berbeda. Namun, kelambatan itu bisa dipercepat jika saja komunitas akademis semakin “berselera” terhadap e-learning itu sendiri baik menggunakan MOODLE atau yang lainnya.Sehingga e-learning tidak perlu berlama-lama  bersifat elitis, hanya segelitir dosen dan sedikit mahasiswa yang menggunakannya.

e-Learning Kuliah Semakin Asyik

 

e-Learning Kuliah Semakin Asyik. bukan perkara mengganti model kuliah tatap muka di dunia nyata ke dunia maya. Sehingga dianggap menjadi pembenar bagi “ketidakhadiran” dosen ditengah kelasnya. Bukan itu esensinya, namun lebih kepada mewadahi berbagai fungsi dan kepentingan pembelajaran antara dosen dan mahasiswa agar semakin bernilai tambah.

e-Learning Kuliah Semakin Asyik. Bayangkan, waktu belajar semakin unlimited dari batasan 3 sks, bisa berulang-ulang direview jika msh kurang mengerti (terlebih ada tutor video). Pendekatan kelas yang semula serba masif dan kolektif, dengan e-learning bisa menukik hingga person to person dari pembelajar.

e-Learning Kuliah Semakin Asyik. e-Learning menyediakan alat bagi dosen untuk memetakan komposisi pembelajar dari kekuatan intelektual dan skillnya secara terukur dan simpel. Waktu dan enerji menyalin materi telah tergantikan dengan membuka topik kelas diwaktu bersangkutan, karena dosen telah meletakkannya di fitur lesson, mengupload kontennya di file resources, meminta feedback lewat diskusi forum, quiz, assigment, chatting, vicon, dan banyak lagi..Segala aktivitas anggota kelas termonitor dalam log activity yang laporannya bisa difiltering berdasarkan keperluan pengguna, menurut kelas, waktu, topik dll. Sehingga membantu dosen untuk menganalisa dan mengevaluasi motivasi, disiplin dan berbagai parameter afektif lainnya, secara terukur dan objektif. Tentulah, hal-hal semacam itu, menjadi pekerjaan ekstra bila dikerjakan secara manual, namun berkat LMS MOODLE tsb, kerja-kerja praktisi edukasi semakin dipermudah karena dukungan sistem yang interoperabel.(dd98).

author: DeniDarmawan,2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *