{"id":3013,"date":"2016-09-19T13:32:55","date_gmt":"2016-09-19T13:32:55","guid":{"rendered":"http:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php\/2016\/09\/19\/ristekdikti-mtic-award-2017-berdayakan-kekayaan-alam-hayati\/"},"modified":"2024-03-23T03:05:21","modified_gmt":"2024-03-23T03:05:21","slug":"ristekdikti-mtic-award-2017-berdayakan-kekayaan-alam-hayati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tik.fisipuntan.org\/wp\/2016\/09\/19\/ristekdikti-mtic-award-2017-berdayakan-kekayaan-alam-hayati\/","title":{"rendered":"Ristekdikti-MTIC Award 2017 : Berdayakan Kekayaan Alam Hayati"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">CIKARANG \u2013 Ristekdikti-MTIC Award 2017. Martha Tilaar Innovation Centre (MTIC) merupakan pusat penelitian, pengembangan, kreasi, dan inovasi bahan baku alami. MTIC memadukan kearifan budaya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan produk- produk inovasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><!--more--><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\">Ristekdikti-MTIC Award 2017 : Berdayakan Kekayaan Alam Hayati<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada umumnya pihak industri tidak memiliki sarana dan prasarana penelitian yang memadai sehingga kebanyakan produksi yang dihasilkan bukanlah hasil dari satu penelitian. Sementara itu, para peneliti dari Perguruan Tinggi atau dari lembaga-lembaga penelitian dengan fasilitas yang cukup baik, kurang memahami keinginan konsumen dan kurang berorientasi ke pasar. Penelitian mereka biasanya hanya berhenti pada skala laboratorium.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk menjembatani hal tersebut, Martha Tilaar Innovation Centre (MTIC) bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengadakan\u00a0 Ristekdikti-MTIC Award. <u>MTIC Awards merupakan penghargaan yang diberikan PT Martina Berto Tbk kepada para peneliti pengembangan bahan herbal untuk produk kesehatan dan kecantikan. Ajang itu digelar lima tahun sekali sejak 2007. <\/u>Terdapat dua kategori yang dikompetisikan pada award ini, yaitu kategori umum dan kategori penelitian pengembangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Rabu (15\/9), di Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar Cikarang resmi diluncurkan Ristekdikti-MTIC Award 2017 oleh Menristekdikti didampingi oleh Direktur Jenderal\u00a0 Penguatan Inovasi Jumain Appe, Direktur Inovasi Industri, dan Direktur BPOM obat asli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cBesar harapan Martha Tilaar untuk masa depan, semoga Para peneliti dapat memanfaatkan tanaman Obat Kecantikan (OKA) untuk menghasilkan berbagai variasi sehingga mampu meraih produk yang berkualitas,\u201d ujar Martha Tilaar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam sambutannya, Menteri Nasir mengungkapkan harapannya yang sangat besar pada award ini untuk dapat meningkatkan jumlah peneliti di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKita masih kekurangan peneliti, jadi Ristekdikti sangat mendukung siapapun yang mau bekerjasama seperti ini,\u201d ungkapnya. Inovator dan investor memang harus selalu berkolaborasi. Dalam hal ini, Martha Tilaar Group merupakan investor, sedangkan para peneliti adalah inovator, tambah Nasir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Nasir, Kementerian Ristekdikti melalui Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi memiliki berbagai program untuk mendorong hilirisasi hasil riset yang dapat dimitrakan dengan dunia industri seperti halnya dengan <em>Martha Tilaar Innovation Center<\/em> (MTIC).\u00a0 \u201cSekali lagi, saya melihat kemampuan MTIC dalam <em>manufacturing<\/em>, teknologi, <em>consumer insight<\/em>, dan <em>branding<\/em>, diharapkan dapat semakin memperkuat proses hilirisasi tersebut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada acara yang dibuka oleh Ibu Martha Tilaar ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT. Martina Berto Tbk dengan Kemenristekdikti tentang penguatan inovasi kesehatan dan obat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Nasir mengungkapkan bahwa penandatanganan kerjasama merupakan wujud nyata sinergi A-B-G-C yang terbangun karena melihat peluang pasar dan kebutuhan bangsa akan obat serta kesiapan infrastruktur dan hasil riset, pengembangan serta inovasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSaya berharap kerjasama ini dapat memadukan pengetahuan tradisional dengan pengobatan modern, sehingga sumberdaya hayati kita terutama tanaman berkhasiat obat, kosmetik, dan aromatik (OKA) yang telah memanfaatkan bahan baku alam untuk perawatan kesehatan dan kecantikan sebagai bagian dari sejarah dan kebudayaan secara turun temurun dapat terus berkembang dan mendunia, sehingga melahirkan brand\/ nama Indonesia sebagai salah satu pemilik pengobatan tradisional dan modern yang memanfaatkan sumber kekayaan alam hayati,\u201d imbuhnya.\u00a0(DZI\/WDP)<\/p>\n<div style=\"clear: both\"><a href=\"http:\/\/www.dikti.go.id\/ristekdikti-mtic-award-2017-berdayakan-kekayaan-alam-hayati\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">read more<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CIKARANG \u2013 Ristekdikti-MTIC Award 2017. Martha Tilaar Innovation Centre (MTIC) merupakan pusat penelitian, pengembangan, kreasi, dan inovasi bahan baku alami. MTIC memadukan kearifan budaya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan produk- produk inovasi.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2169,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,47,6],"tags":[13],"class_list":["post-3013","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-info-ristekdikti","category-non-labkom","tag-berita-non-labkom"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tik.fisipuntan.org\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3013","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tik.fisipuntan.org\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tik.fisipuntan.org\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tik.fisipuntan.org\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tik.fisipuntan.org\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3013"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tik.fisipuntan.org\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3013\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4933,"href":"https:\/\/tik.fisipuntan.org\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3013\/revisions\/4933"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tik.fisipuntan.org\/wp\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tik.fisipuntan.org\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tik.fisipuntan.org\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tik.fisipuntan.org\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}